JEMARI Sakato

collapse

Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Dasar, PRIME Project Dampingi Poskesri dan Pustu dalam Self-Assessment Kinerja Pelayanan

2026-07-31  JEMARI Sakato  114 views

jemarisakato.org, Kabupaten Agam – Program Rural Health Improvement Through Mentoring Empowerment (PRIME Project) terus mengoptimalkan penguatan pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan Posyandu, serta optimalisasi Pos Kesehatan Nagari/Desa (Poskesri/Pustu/Polindes). Peranan yang dimiliki Poskesri/Pustu/Polindes sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat dituntut tidak hanya untuk memberikan pelayanan sesuai standar, tetapi juga untuk membangun budaya kerja yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada perbaikan layanan secara berkelanjutan. 

Hal ini juga sejalan dengan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP), yang mana keberadaan Poskesri/Pustu/Polindes bisa menyediakan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup. Oleh karena itu, penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan pengelolaan pelayanan menjadi hal yang penting untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan di tingkat nagari.

Pendekatan penguatan pelayanan dengan konsep SLLO (Shared Leadership and Learning Organization ) atau kepemimpinan bersama dan organisasi pembelajaran dianggap efektif dalam menciptakan kepemimpinan bersama, pembelajaran organisasi, refleksi kinerja, serta penguatan budaya kerja tim dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Dalam hal ini juga diperlukan self-assessment atau penilaian mandiri terhadap kinerja pelayanan melalui penggunaan Performance Monitoring Tools sebagai dasar penyusunan langkah perbaikan layanan.

Di Nagari Canduang Koto Laweh, terdapat enam unit layanan kesehatan yang terdiri dari dua Pustu dan empat Poskesri dengan enam bidan penanggung jawab untuk sebelas jorong. Unit layanan ini juga didukung oleh delapan belas Posyandu. Selain itu, terdapat beberapa indikator penilaian terhadap pelayanan kesehatan yang dilihat berdasarkan kategori infrastruktur, SDM, alat dan bahan penunjang, kebijakan dan model pelayanan, Pustu siklus hidup, dan Posyandu siklus hidup.

Sebagai tindak lanjut, JEMARI Sakato melalui PRIME Project menyelenggarakan Pendampingan Teknis dalam Teknik Penilaian Mandiri Kinerja Pelayanan melalui Performance Monitoring Tools bagi Poskesri/Pustu/Polindes di Nagari Canduang Koto Laweh dilaksanakan pada 27-28 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu keluaran improvement terhadap Poskesri yang sudah pernah dilakukan.

Pada sesi penguatan kapasitas, fasilitator JEMARI Sakato, Nuwirman, menyampaikan materi mengenai Strategic Learning and Learning Organization (SLLO). Melalui sesi ini, peserta diajak membangun budaya organisasi yang mampu menciptakan ruang belajar bagi seluruh tenaga kesehatan sehingga peningkatan kualitas pelayanan dapat dilakukan secara berkesinambungan.

Peserta juga diperkenalkan dengan konsep VUCA (Volatility, Uncertainty, dan Complexity). Konsep VUCA menuntut kemampuan beradaptasi yang tinggi untuk menghadapi tantangan modern. Melalui pemahaman tersebut, tenaga kesehatan diharapkan mampu beradaptasi, mengambil keputusan secara tepat, serta terus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selama dua hari kegiatan, peserta mengikuti simulasi penggunaan Performance Monitoring Tools melalui praktik langsung di Poskesri dan Pustu. Kader melakukan pengisian instrumen terhadap kondisi fasilitas, tata kelola pelayanan, sarana dan prasarana, pencatatan, serta implementasi pelayanan kesehatan primer di masing-masing Poskesri/Pustu.

Hasil penilaian kemudian dipresentasikan oleh masing-masing tim untuk mengidentifikasi capaian yang telah terpenuhi, indikator yang masih perlu penguatan, serta berbagai tantangan yang ditemukan selama proses observasi. Diskusi tersebut menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah peningkatan mutu layanan yang lebih terarah sesuai dengan kebutuhan masing-masing unit pelayanan.

Sebagai tindak lanjut, hasil penilaian mandiri akan digunakan sebagai dasar penyusunan rencana perbaikan layanan ( Service Improvement Plan ) yang akan dilaksanakan secara bertahap oleh setiap Poskesri dan Pustu bersama pemerintah nagari serta Puskesmas. Melalui proses ini, diharapkan pelayanan kesehatan dasar semakin berkualitas, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mampu mendukung peningkatan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. 

Penulis: Ulfa Azizah Febryzalita

Kunjungi media sosial JEMARI Sakato lainnya.            
Instagram: @jemari.sakato                                                                                                                
Facebook: JEMARI Sakato                                                                                                             
Linkedin: JEMARI Sakato                                                                                                             
Youtube: JEMARI Sakato  


Share: