jemarisakato.org, Kabupaten Agam – “Setahu saya, JEMARI Sakato itu telah lama hadir di Kabupaten Agam dan tidak hanya bergerak saat terjadi bencana. Pada fase prabencana maupun pascabencana, mereka tetap konsisten memberikan dukungan kepada masyarakat Agam, ujar Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Yunilson, saat membuka kegiatan Distribusi Bantuan Non-Tunai Multiguna ( Multi-Purpose Cash Assistance -MPCA) untuk 450 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir longsor November 2025 lalu.
Kegiatan distribusi ini dilaksanakan pada hari Selasa, 7 Juli 2026 yang lalu dan bertempat di kantor PT POS Indonesia, Kecamatan Tanjung Raya, dan dihadiri lebih kurang 450 KK. Lebih lanjut, Yunilson menyampaikan bahwa ini adalah bentuk kebersamaan selaku warga negara, ketika satu kena bencana, maka yang lain akan ikut berkontribusi untuk meringankan beban yang menderita.
“JEMARI Sakato hadir hari ini bersama kita untuk membuktikan kebersamaan itu” ujarnya
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, Camat Tanjung Raya, Manajer Eksekutif Divre II Kantor POS Bukittinggi serta perwakilan dari empat nagari penerima manfaat.
Enam bulan setelah banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Agam, sebagian masyarakat masih berjuang memulihkan kehidupan mereka. Sampai saat ini, beberapa kerusakan belum bisa ditanggulangi dan menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
Kerusakan sarana dan prasarana, hilangnya mata pencaharian, serta terbatasnya akses terhadap sumber penghidupan membuat banyak keluarga belum sepenuhnya bangkit dari dampak bencana. Yang pasti, kondisi ini berdampak pada menurunnya kemampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka. Termasuk untuk pemulihan kebutuhan dasar seperti pendidikan anak-anak.
Dukungan Pemulihan Pascabencana
Direktur JEMARI Sakato, Robi Syafwar, menjelaskan bahwa pendistribusian MPCA ini merupakan dukungan dari lembaga Save the Children Indonesia (SCIN) yang sejak awal kejadian bencana bersama JEMARI Sakato bersama-sama melakukan respons di berbagai lokasi di Kabupaten Agam.
Program Bantuan Tunai Multi Guna ( Multi-Purpose Cash Assistance/ MPCA) di Sumatera Barat juga didukung melalui Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat No. 400.9.10/261/SE/DINSOS/II/2026 tentang Koordinasi Pelaksanaan Bantuan Non-Tunai oleh Lembaga Non-Pemerintah dalam Penanggulangan Bencana di Daerah. Dalam hal ini, JEMARI Sakato melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Agam telah menetapkan empat nagari di Kecamatan Tanjung Raya sebagai nagari intervensi.
Bantuan Tunai Multiguna atau Multi-Purpose Cash Assistance (MPCA) merupakan bantuan yang dirancang agar keluarga penerima manfaat memiliki keleluasaan menentukan kebutuhan yang paling mendesak sesuai kondisi masing-masing. Bantuan diberikan secara tunai kepada penerima manfaat terpilih dan diberikan sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) kepada setiap rumah tangga.
Penetapan Penerima Manfaat MPCA
Penetapan penerima manfaat dilakukan melalui proses yang transparan bersama pemerintah daerah, pemerintah nagari, dan komite seleksi nagari. JEMARI Sakato menerapkan metode seleksi berbasis indikator (indicator-based selection) . Indikator untuk proses seleksi atau penapisan penerima manfaat disepakati secara bersama antara JEMARI Sakato, Save the Children, OPD terkait di Kabupaten Agam (Dinas Sosial, Bappeda, DPMD), kecamatan, Pemerintah Nagari dan perwakilan masyarakat.
Indikator utama yang disepakati adalah keluarga atau KK yang belum menerima bantuan pemerintah, bukan penerima Jaminan Hidup (Jadup)/Dana Tunggu Hunian (DTH) bantuan ekonomi/huntara/huntap. Keluarga tidak mampu dengan pekerjaan tidak tetap; kehilangan pekerjaan karena kejadian bencana/PHK juga dijadikan indikator penapisan. Indikator khusus yang juga disepakati adalah KK yang memiliki anggota keluarga dengan status ibu hamil/menyusui, anak bayi-balita, memiliki anak usia sekolah, terdapat keluarga dengan kondisi disabilitas/penyakit kronis, terdapat lansia di atas 60 tahun, dan kepala keluarga perempuan.
Dari semua indikator, enam indikator terakhir merupakan keberpihakan terhadap kelompok berisiko yang menjadi mandat JEMARI Sakato dan Save the Children. Setiap indikator memiliki bobot tersendiri sehingga bisa membantu memperkuat hasil penapisan secara metodologis. Dengan penerapan metode ini, terpilihlah 450 KK yang memenuhi indikator dari sekitar 800 KK yang diusulkan oleh nagari.
Seluruh calon penerima manfaat terpilih, selanjutnya juga melalui proses verifikasi lapangan oleh tim JEMARI Sakato sebelum dilakukan proses distribusi. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian data yang diusulkan oleh nagari dengan kondisi faktual calon penerima manfaat. Proses verifikasi juga menghasilkan temuan-temuan administratif yang menyebabkan beberapa calon KK terpilih harus diganti karena data yang tidak sesuai. Proses ini dapat diterima dengan baik dan ditindaklanjuti oleh pihak nagari.
Proses Distribusi Bantuan
JEMARI Sakato menerapkan standar tinggi dan yang biasa digunakan dalam konteks distribusi internasional untuk proses distribusi MPCA ini. Bekerja sama dengan POS Indonesia Divre II Bukittinggi yang dipusatkan di Kantor Pos Maninjau dan Kantor Pos Sungai Batang, tahapan distribusi melibatkan banyak staf agar bisa menjaga proses berjalan dengan baik dan benar.
Diawali, tim JEMARI Sakato bersama perangkat nagari melakukan tahapan verifikasi identitas penerima manfaat di meja pertama. Penerima manfaat dibagikan pamflet/flyer yang berisi informasi lengkap tentang bantuan yang mencakup informasi jumlah nominal bantuan, kriteria penerima manfaat, tujuan penggunaan, nomor pengaduan dan lain-lain. Berpindah ke meja kedua, selanjutnya petugas Pos Indonesia melakukan verifikasi ulang data penerima bantuan, menyerahkan wesel sesuai dengan nama, lalu menyerahkan bantuan tunai. Kemudian penerima manfaat menandatangani dua dokumen bukti tanda terima bantuan tunai yang disiapkan oleh Pihak Pos dan JEMARI Sakato.
Untuk memastikan bahwa proses distribusi berjalan sesuai dengan standar prosedur yang ditetapkan, JEMARI Sakato juga melakukan Onsite Distribution Monitoring (ODM) dengan mewawancarai sekitar 20% penerima manfaat secara acak setelah menerima bantuan. Monitoring ini bertujuan memperoleh masukan mengenai kualitas pelayanan serta memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran.
Mayoritas penerima manfaat yang hadir merupakan lansia dan perempuan kepala keluarga. Dari hasil wawancara, sebagian besar menyampaikan bahwa mereka belum pernah menerima bantuan tunai, baik dari pemerintah maupun pihak swasta.
Bantuan tersebut rencananya digunakan untuk kebutuhan pokok keluarga, membeli perlengkapan sekolah anak menjelang tahun ajaran baru, hingga memulihkan usaha yang terdampak bencana.
“Saya dapat bantuannya sebesar satu juta rupiah (Rp 1.000.000), rencananya akan dibelikan untuk kebutuhan anak kayak pampers, susu, dan peralatan sekolah,” ujar Fatime (nama disamarkan untuk melindungi identitas penerima manfaat), salah satu penerima bantuan tunai.
Untuk memberikan pelayanan yang lebih ramah, JEMARI Sakato juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti air minum (air dispenser dan gelas), ruang bermain anak (RBA) untuk membantu para penerima manfaat yang membawa anak kecil atau balita. RBA menyediakan fasilitas bola-bola plastik dan pensil warna serta kertas agar anak-anak punya kesibukan bermain sambil menunggu orang tuanya selesai. Dalam hal antrean, karena adanya kondisi penerima manfaat yang datang dalam waktu bersamaan, tim distribusi menyediakan nomor antrean dan jika ada lansia, ibu hamil menyusui, dan disabilitas, maka mereka diberikan prioritas agar tidak lama menunggu.
Post Distribution Monitoring (PDM)
Komitmen JEMARI Sakato tidak berhenti setelah bantuan disalurkan. Tim juga melaksanakan Post Distribution Monitoring (PDM) untuk mengetahui bagaimana bantuan dimanfaatkan oleh penerima manfaat sekaligus mengevaluasi kualitas pelaksanaan program.
PDM dilaksanakan kepada 83 penerima manfaat untuk menilai ketepatan sasaran, kecukupan nilai bantuan, efektivitas distribusi, serta tingkat kepuasan penerima terhadap program yang telah dilaksanakan.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa sebagian besar bantuan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak, seperti pembelian seragam sekolah, buku, alat tulis, dan perlengkapan belajar lainnya. Sebagian penerima juga memanfaatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga serta mendukung pemulihan usaha yang terdampak.
Selain itu, mayoritas penerima manfaat menyampaikan apresiasi terhadap mekanisme bantuan tunai yang dinilai fleksibel karena memberikan kebebasan kepada keluarga untuk menentukan kebutuhan yang paling mendesak sesuai kondisi masing-masing.
Melalui Program MPCA ini, JEMARI Sakato bersama Save the Children Indonesia berharap proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana dapat berlangsung lebih cepat, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Penulis: Ulfa Azizah Febryzalita
Penyunting: Syafrimet Azis
Kunjungi media sosial JEMARI Sakato lainnya.
Instagram: @jemari.sakato
Facebook: JEMARI Sakato
Linkedin: JEMARI Sakato
Youtube: JEMARI Sakato