JEMARI Sakato

collapse

Pre-Assessment Kader Posyandu dalam Pengidentifikasian Kebutuhan yang Tepat Sasaran

2026-06-19  JEMARI Sakato  170 views

jemarisakato.org, Padang –  Setelah resmi diluncurkan bulan lalu, Program PRIME (Poskesri & Rural Health Improvement Through Mentoring Empowerment) terus bergerak. JEMARI Sakato mengoptimalkan koordinasi dengan pemerintah Nagari Canduang Koto Laweh untuk memperkuat layanan kesehatan primer berbasis siklus hidup, melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu serta penguatan kualitas pelayanan kesehatan di Poskesri dan Pustu.  

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pihak terkait, pre-assessment dinilai perlu dilakukan sebelum Pelatihan 25 Kompetensi Inti Kader Posyandu serta Pendampingan Teknis Self-Assessment Kinerja Poskesri/Pustu. Langkah ini dianggap penting untuk gambaran awal mengenai kompetensi Kader Posyandu dan mengidentifikasi kebutuhan penguatan yang lebih spesifik sesuai dengan kondisi lapangan.  

Kompetensi Kader Posyandu dilihat dari hasil pemetaan berdasarkan 25 Kompetensi Inti Kader Posyandu yang nantinya hasil  penilaian dibagi berdasarkan level tertentu. Direktorat Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan mengkategorikan tiga level kader posyandu, yaitu Purwa, Madya, dan Utama.  

Untuk  mendukung hal tersebut, pada 9-10 Juni lalu, dilaksanakan dua agenda utama yang  dilakukan secara  berurutan. Hari pertama dilakukan Coaching kepada Tenaga Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Poskesri/Pustu mengenai Supervisi Suportif dalam Peningkatan Kapasitas Kader terhadap 25 Kompetensi Kader Posyandu.  

Supervisi suportif merupakan pendekatan fasilitatif yang ditujukan kepada kader kesehatan agar pelayanan yang mereka berikan kepada masyarakat berkualitas. Pendekatan ini menekankan pada dukungan, pembinaan, dan bimbingan yang berkelanjutan, didukung melalui kolaboratif empowerment antara pemerintah nagari, bidan, dan puskesmas dalam memastikan kapasitas kader sesuai dengan semestinya.

Pada hari kedua, kegiatan Pre-Assessment dilakukan kepada Kader dan Poskesri Pustu. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai metode pengisian instrumen assessment, pembagian kelompok dan mekanisme fasilitasi, serta cara pengisian yang objektif. Kader diminta melakukan self-assessment sesuai dengan instrumen yang disiapkan. Sedangkan tim Poskesri/Pustu diminta untuk mengisi penilaian terhadap kapasitas layanan dan tata kelola fasilitas.

Selama pengisian assessment, peserta didampingi oleh PJ ILP (Integrasi Layanan Primer) dan Tim JEMARI Sakato. Nantinya, hasil pre-assessment yang dilakukan, berupa data agregat dari jawaban yang sudah diberikan oleh Kader Posyandu.

Selama kegiatan ini, perwakilan JEMARI Sakato menegaskan bahwasanya pre-assessment ini dilakukan bukan hanya untuk menilai baik atau buruknya kinerja kader, tetapi untuk mengidentifikasi kebutuhan penguatan kapasitas agar tepat sasaran. Kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, sangat penting untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam penguatan layanan kesehatan di wilayah kerja. 

Penulis: Ulfa Azizah Febryzalita

Kunjungi media sosial JEMARI Sakato lainnya,                                                                               
Instagram: @jemari.sakato                                                                             
Facebook: JEMARI Sakato                                                                          
Linkedin: JEMARI Sakato                                                                          
Youtube: JEMARI Sakato  


Share: