jemarisakato.org, Mentawai – Kajian Hazard, Vulnerability, and Capacity Assesment (HVCA) menjadi tahapan yang krusial dalam proses perencanaan berbasis komunitas dalam Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim yang Inklusif.
Sebagai bagian dari program GREAT Mentawai yang sudah berjalan lebih kurang satu tahun, JEMARI Sakato sudah memfasilitasi pelatihan kajian risiko multibahaya, pendampingan pelaksanaan HVCA, pelatihan penyusunan RAK, hingga integrasi RAK ke dalam RPJMDes dan RKPDes.
Melalui proses ini, desa menghasilkan kesepakatan rencana aksi prioritas yang tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, sosial, ekonomi, serta inklusi kelompok rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat miskin.
Pada Selasa (19/08) lalu dilaksanakan Lokakarya Penyempurnaan Rencana Aksi Berbasis Masyarakat yang Melibatkan Perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat Kabupaten dan Provinsi. Beberapa usulan prioritas masing-masing desa yaitu:
Desa Sido Makmur menekankan pada pengerukan sungai, pembersihan drainase, penguatan kelompok siaga bencana, pelatihan UMKM, pemetaan risiko bencana inklusif, dan pengadaan air bersih.
Desa Sipora Jaya mengusulkan simulasi kesiapsagaan bencana, pembentukan forum inklusi desa, pendataan penerimaan air bersih yang inklusi, hingga pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, dan generasi muda.
Desa Matobe fokus pada musyawarah desa khusus perempuan dan penyandang disabilitas, pengerukan sungai, pembangunan tanggul, pengadaan alat komunikasi, reaktivasi Pamsimas, serta digitalisasi sistem informasi desa.
Desa Sioban mengajukan gotong royong pembersihan jalur evakuasi, kajian PRB dan API inklusi, pemeliharaan infrastruktur abrasi, pengukuhan kelompok disabilitas, penyediaan tempat sampah, serta akses air bersih.
Berdasarkan usulan prioritas tersebut, masing-masing desa memaparkan usulannya sehingga dapat didengar dan didiskusikan bersama stakeholder provinsi dan kabupaten untuk memastikan keberlanjutan dan penyelarasan lintas level. Melalui kegiatan ini diharapkan stakeholder tingkat provinsi serta kabupaten dapat mengetahui kegiatan desa dan diharapkan dapat memberikan input untuk kegiatan desa.
Penulis : Ulfa Azizah Febryzalita
Kunjungi media sosial JEMARI Sakato lainnya,
Instagram: @jemari.sakato
Facebook: JEMARI Sakato
Linkedin: JEMARI Sakato
Youtube: JEMARI Sakato