JEMARI Sakato

Banner ads header
Icon Collap
...

Learning Workshop: JEMARI Sakato bersama Save The Children Bantu Wujudkan PasBar Tangguh Bencana

 2022-04-24   1965

Dalam rangka mendorong Kabupaten Pasaman Barat tangguh pasca bencana gempa bumi Pasaman Barat 25 Maret lalu, JEMARI Sakato berkerjasama dengan Save the Children di dukung oleh Start Fund Network telah melakukan Lokakarya Pembelajaran sebagai bentuk upaya menjaring aspirasi dan komitmen bersama setelah banyaknya kegiatan lokakarya inisiasi yang dilakukan sepanjang program sejak 10 maret ke 22 April ini.

Lokakarya pembelajaran yang bertema Program Transisi ke Pemulihan Bencana Gempa Bumi Pasaman Barat,  dilakukan pada 22 April 2022 bertempat di hotel Guchi Simpang Empat Pasaman Barat. Dalam prosesnya kegiatan dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat diantaranya : OPD Selingkungan Kabupaten Pasbar, NGO/LSM, organisasi masyarakat, Akademisi, perwakilan Kecamatan, wali nagari dan juga kelompok siaga bencana yang ada di kabupaten pasaman barat khususnya wilayah terdampak.

Kegiatan di buka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat diwakili langsung oleh Asisten I Setia Bakti, “Proses pendampingan yang dilakukan JEMARI Sakato  bersama Save The Children telah memberikan dampak dan hasil yang baik pada sector yang diintervensi, diantaranya penguatan kader PHBS, PMBA, aktivasi Pos Pendidikan, dukungan psikososial, dan integrasi isu PRB kedalam Rencana Pembelajaran, serta mendorong Gerakan kembali kesekolah sehingga terbangunnya kolaborasi dalam rangka membangun ketangguhan dan kesiapsiagaan PRB di Kabupaten Pasaman Barat.

Proses lokakarya ini terbagi menjadi 2 panel diskusi. Sesi pertama dari jam 10.50 – 13.00 WIB sedangkan sesi kedua 13.35 – 15.00 WIB. Lebih menarik lagi kegiatan ini dihadiri oleh beberapa narasumber berbakat dan berpengalaman dibidangnya antara lain; Khairul Fahmi, M.Si seorang Tenaga Pengajar di Universitas Negeri Padang (UNP) dan juga salah satu Dewan JEMARI Sakato, Ramadhani, S.Pd, M.Si selaku Wali Nagari Kajai, Hidayatul Irwan, S.Kom,MT selaku Koordinator Umum FPRB Sumatera Barat pada diskusi sesi 1. Selanjutnya Dr.Ir.Badrul Mustafa Kemal, Ms.DEA seorang Pakar gempa universitas andalas, Fajar Sukma selaku Kalaksa BPBD Provinsi Sumatera Barat, Khairuddin selaku DPMN Kabupaten Pasaman Barat yang merupakan narasumber sesi ke2 pada lokakarya ini. Masing-masing sesi ini melahirkan suasana interaktif karena isu yang dibahas sangatlah penting.

Beberapa tujuan yang diharapkan dari lokakarya ini antara lain; (1) melihat praktek baik dari respon transisi kepemulihan  bencana gempa bumipasaman barat, (2) umpan balik pengalamanyang sudah pernah dilakukan sebelumnya, (3) mendiskusikan rencana tindak lanjut kedepannya.

Kolaborasi multipihak yang hari ini kembali digagas kedalam sebuah lokakarya yang bertajuk “Pasaman Barat Bangkit” menjadi perhatian yang menarik disini, yaitu dunia usaha menjadi hal yang penting namun sering dilupakan. Dia harus didorong agar pola kemitraan menjadi kuat. Dunia usaha memiliki keunikan karena punya perhitungan tersendiri, dibeberapa daerah ini sudah mulai diterapkan sebagai sebuah model kemitraan dalam penanggulangan bencana. Secara kebijakan dunia usaha tetap berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap kondisi – kondisi darurat yang ada disekitar mereka tambah”  ujar khairul fahmi.

menurut Fajar Sukma, Paradigma tentang pengelolaan bencana mesti dirobah semulanya tidak terencana dan bersifat menunggu menjadi terencana dan produktif, artinya harus ada penginisiasian komunitas dilevel kelompok.  Penginisiasian dan re-aktivasi kelompok siaga bencana menjadi kelompok pertama yang akan berinteraksi langsung disaat bencana terjadi, artinya kita sama sama sudah bisa mengurangi resiko bencana ini denga keterlibatan dari seluruh elemen yang ada pada pentahelix. Intinya kita harus bisa menjadikan tantangan dan kesempatan pemerinta daerah ini sebagai pengubah mindset kita dalam melihat kebencanaan pungkasnya.

Pada akhir kegiatan juga dipaparkan materi tentang inisiasi pengembangan model kemitraan dan kolaborasi unutk membangun ketangguhan, yang difasilitatori oleh Ahmad Maulana Anshori sebagai salah satu Aktivis JEMARI Sakato dan merupakan tenaga pengajar di UIN Suska Riau. Materi yang dibahas berkaitan dengan pola kemitraan, sesuai dengan peran stakeholder masing-masing. Sesi ini tidak kalah banyak masukan dan pertanyaan penting yang disampaikan peserta kepada fasilitator. Fasilitator memindahkan berbagai statement peserta ke kertas dan ditempelkan di dinding ruangan. Catatan-catatan dikertas tersebut selanjutnya akan di formulasikan menjadi rekomendasi pertemuan. Dengan keterampilannya peserta tetap semangat dan antusias disore hari menjelang berbuka puasa ini.  

Hasil dari kegiatan ini teridentifikasinya peran serta dari stakeholder yang ada di kabupaten pasaman barat , diantaranya yang hadir, PMI,DLH, Dinsos, Perwakilan Wali Nagari, Unand, Perwakilan Bamus, Kader Posyandu, DINKES, ACT, Kepala Sekolah, Bappeda PasBar, BP2KP3A, Camat, Diskominfo, Dinas PUPR, BPBD. Komitmen bersama dari setiap stakeholder ini diharapkan bisa menjadi langkah bersama untuk mewujudkan ketangguhan bagi Kabupaten Pasaman Barat dalam menghadapi bencana.

*****

Penulis: Fauriyah Irfah dan Tim