jemarisakato.org, Mentawai – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sahad Perdamaian, S.T., M.A.P., hadir dalam Lokakarya Peninjauan Dokumen Perencanaan Pembangunan Tingkat Desa yang digelar Rabu (20/8). Kegiatan ini fokus pada upaya integrasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan Adaptasi Perubahan Iklim (API) berbasis inklusi ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Kegiatan ini bertujuan untuk memperhatikan dokumen yang sudah disusun dapat memperhatikan keselarasan terhadap RPJPN 2025-2025, RPJMN 2025-2029, serta PRJPD Kabupaten kepulauan Mentawai 2025-2045.
Lokakarya yang berlangsung di Kabupaten Kepulauan Mentawai ini dihadiri perwakilan pemerintah kabupaten, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), pemerintahan desa dampingan Program GREAT Mentawai yang dijalankan JEMARI Sakato, serta organisasi penyandang disabilitas (OPDis) dari Sumatera Barat.
Dalam kegiatan ini, Kaban Bappeda Kabupaten Kepulauan Mentawai memaparkan pentingnya Harmonisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dengan regulasi daerah. Beliau menegaskan, “Penyusunan RPJMD Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan sebuah proses perencanaan pembangunan yang tidak hanya berlandaskan pada regulasi nasional maupun daerah, tetapi juga menjadi pijakan strategis dalam menjawab tantangan pembangunan lima tahun ke depan.”
Selain itu, dalam kegiatan ini juga menyoroti perlunya pendekatan pembangunan yang sensitif gender dan inklusif. Sehingga, ada komitmen yang jelas bahwa pembangunan di Kabupaten Kepulauan Mentawai diarahkan agar inklusi dan berpihak, termasuk perempuan, anak, dan kelompok rentan lainnya. Hal ini direncanakan dalam pengimplementasian program pendidikan inklusi, beasiswa bagi keluarga miskin, serta pelayanan kesehatan gratis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dokumen perencanaan pembangunan desa dapat ditinjau keselarasan dan prioritasnya dengan rencana pembangunan kabupaten, sehingga implementasi program di tingkat desa mampu berjalan seiring dengan kebijakan daerah jangka panjang.
Penulis: Ulfa Azizah Febryzalita
Kunjungi media sosial JEMARI Sakato lainnya,
Instagram: @jemari.sakato
Facebook: JEMARI Sakato
Linkedin: JEMARI Sakato
Youtube: JEMARI Sakato