jemarisakato.org, Mentawai – Pengembangan sosial ekonomi masyarakat Mentawai dengan mendorong penguatan ekonomi lokal terus dilakukan pada kegiatan GREAT Mentawai. Salah satu fokus kegiatan yang sudah dilakukan beberapa bulan belakangan ini yaitu mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa untuk terlibat aktif dalam meningkatkan perekonomian desa. Pada Februari lalu, dilakukan pembentukan Forum UMKM Inklusi di Kantor Desa Matobe.
Forum ini hadir untuk membuka ruang koordinasi yang lebih luas antara pelaku UMKM sekaligus menjadi tempat berbagi pengetahuan dalam mengelola usaha yang adaptif terhadap tantangan iklim dan risiko bencana. Inisiatif ini juga menjadi tindak lanjut dari kegiatan peningkatan kapasitas UMKM di Desa Matobe dan Desa Sidomakmur yang sebelumnya telah difokuskan pada penyusunan Business Continuity Plan dan Rencana Keberlanjutan Usaha.
Kehadiran Forum UMKM Inklusi ini sangat penting untuk menjaga semangat dan partisipasi pelaku usaha agar tetap produktif. Selain sebagai ruang diskusi dan pertukaran ide, forum ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM desa melalui kolaborasi yang berkelanjutan. Ke depan, forum akan bermitra dengan pemerintah daerah dalam memfasilitasi akses perizinan, pelatihan, hingga pengembangan usaha.

Di Desa Sidomakmur, sebelum adanya kegiatan bersama GREAT Mentawai, sudah memiliki Forum UMKM desa yang setiap minggunya memiliki kegiatan produksi dan berkumpul bersama untuk berdiskusi mengenai usaha yang sedang mereka lakukan. Namun, Forum UMKM yang ada belum melibatkan semua kalangan masyarakat seperti kelompok rentan. Berbeda dengan itu, pembentukan Forum UMKM Inklusi di Desa Matobe sejak awal dirancang melalui musyawarah desa dengan prinsip keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan. Kegiatan di Desa Matobe juga dihadiri oleh perwakilan JEMARI Sakato.
Kepala Desa Matobe, Wisman, menyebutkan bahwasanya mendukung pembentukan Forum UMKM Inklusi Desa Matobe sebagai langkah mengembangkan usaha, “Forum ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi para pelaku usaha untuk saling berbagi pengalaman, berdiskusi tantangan yang dihadapi, serta merancang langkah-langkah bersama untuk mengembangkan usaha. Selain itu, forum bisa menjadi jembatan komunikasi antarpelaku UMKM dengan pemerintah desa maupun pihak lain yang mendukung pengembangan usaha desa,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Novrizal, yang ikut hadir dalam kegiatan di Desa Matobe berharap forum UMKM desa bisa menjadi mitra pemerintah nantinya, “Kami berharap Forum UMKM Inklusi yang terlibat dapat menjadi mitra bagi pemerintah dalam menyampaikan berbagai program pemberdayaan UMKM, baik pelatihan, pengembangan produk, pemasaran, maupun penguatan kelembagaan usaha.”
Dalam musyawarah pembentukan forum, peserta juga mendapatkan pemaparan materi tentang pentingnya forum UMKM oleh Yusnita M. Goretty. Diskusi berlangsung aktif, dengan partisipasi masyarakat yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk mengembangkan usaha mereka.

Forum yang disepakati diberi nama “Karonanta”, dengan visi Menjadi Wadah UMKM yang Berpengaruh dalam Menumbuhkan dan Membesarkan UMKM di Desa yang Berkualitas. Sebagai langkah awal, partisipan musyawarah menyepakati sejumlah rencana tindak lanjut, antara lain pertemuan perdana yang akan dilakukan pada April, menyusun rencana kerja tahunan forum, membuat SK Forum, serta melakukan pengukuhan forum.
Melalui kegiatan ini, terlihat partisipasi nyata dari pemerintah desa serta pelaku usaha Desa Matobe untuk mewujudkan visi dari forum UMKM yang sudah dibentuk. Diharapkan melalui kegiatan ini pelaku usaha desa bisa terus termotivasi untuk mengembangkan produk yang berdaya saing, sehingga meningkatkan pendapatan rumah tangga mereka melalui kegiatan yang dilakukan.
Penulis: Ulfa Azizah Febryzalita
Kunjungi media sosial JEMARI Sakato lainnya,
Instagram: @jemari.sakato
Facebook: JEMARI Sakato
Linkedin: JEMARI Sakato
Youtube: JEMARI Sakato