JEMARI Sakato

collapse

Perkuat Peran Penyandang Disabilitas dalam Pembangunan Desa

2026-07-14  JEMARI Sakato  13 views

jemarisakato.org, Kabupaten Kepulauan Mentawai – “Pembangunan desa yang berkelanjutan tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok rentan, dapat berpartisipasi secara aktif dalam setiap proses pembangunan desa,” ujar Sergius, Kepala Desa Sioban, dalam Reguler Meeting Forum Inklusi Desa (FID).

Dalam kolaborasi yang dilakukan oleh JEMARI Sakato bersama CDRM & CDS dalam pertemuan FID Desa Sioban di Aula Desa Sioban pada akhir Juni lalu. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk mendorong pembangunan yang responsif gender, inklusif terhadap disabilitas, serta adaptif terhadap risiko bencana dan perubahan iklim.

Forum Inklusi Desa dinilai memiliki peran strategis sebagai ruang untuk menyuarakan kebutuhan dan aspirasi masyarakat dari berbagai lapisan, termasuk penyandang disabilitas. Melalui forum ini, komunikasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lainnya dapat terbangun lebih baik, sekaligus mengawal pelaksanaan kebijakan dan program yang inklusif.

Dalam pertemuan tersebut, peserta kembali mendapatkan pemaparan mengenai pentingnya organisasi penyandang disabilitas desa serta peranan Forum Inklusi Desa dalam mengawal isu disabilitas. Hal ini dilakukan karena organisasi penyandang disabilitas dipandang penting sebagai representasi suara masyarakat dalam berbagai proses perencanaan dan pembangunan desa.

Selain itu, FID bukan hanya organisasi yang bekerja sendiri, melainkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, kelompok perempuan, kelompok sekolah lapang, PKK, Karang Taruna, kader desa, serta kelompok penyandang disabilitas.

Selama pertemuan, terdapat sesi berbagi pengalaman dari Bapak Amsal, penyandang disabilitas hambatan penglihatan sekaligus Ketua Forum Disabilitas Kabupaten Kepulauan Mentawai. Ia menceritakan pengalamannya mengikuti berbagai kegiatan bersama pendamping dan menegaskan pentingnya keterlibatan penyandang disabilitas dalam ruang-ruang publik

“Kehadiran dan keterlibatan penyandang disabilitas dalam sebuah kegiatan menjadi representasi sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah, desa, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas penyandang disabilitas,” ujar Amsal.

Melalui kegiatan ini, anggota forum bisa lebih aktif menjadi perwakilan masyarakat dalam mendorong kebijakan yang lebih inklusif. Selain itu, semangat dan keterlibatan aktif semua kalangan masyarakat menjadi representasi nyata bahwa penyandang disabilitas merupakan pelaku utama pembangunan yang lebih inklusif. Pengalaman hidup yang mereka miliki menjadi sumber pengetahuan yang sangat berharga dalam menyusun kebijakan dan program desa yang sesuai kebutuhan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut kegiatan ini, akan dilakukan pendataan kelompok berisiko yang ada di desa dampingan GREAT Mentawai menggunakan Washington Group Questions (WGQ) yang akan menjadi dasar penyusunan data yang lebih akurat.

Penulis: Ulfa Azizah Febryzalita  

Kunjungi media sosial JEMARI Sakato lainnya,   
Instagram: @jemari.sakato                                                                                 
Facebook: JEMARI Sakato                                                                              
Linkedin: JEMARI Sakato                                                                              
Youtube: JEMARI Sakato  


Share: