Wali Jorong Malano

Memutuskan rumahnya dijadikan sebagai kantor lapangan staf program Membangun Ketahanan Masyarakat JEMARI-Oxfam di Nagari Canduang Koto Laweh Kabupaten Agam agaknya menjadi pilihan yang tepat.  Bapak A. Malano, Wali Jorong Canduang Guguak Katiak pemilik rumah ternyata sangat antusias dan respon sekali terhadap kegiatan-kegiatan pengurangan risiko bencana. Sebelum kampung mereka dimasuki program ini, Inyiak Jorong, sapaan akrab bapak A. Malano, telah terlebih dahulu berkecimpung di kegiatan kebencanaan. Penggagas berdirinya pengurus RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) di Kabupaten Agam, beberapa kali mengikuti simulasi-simulasi penanggulangan bencana yang diadakan BPBD Agam dan NGO yang bergerak dibidang kebencanaan. Beliau selalu ikut berpartisipasi melakukan kegiatan respon di lokasi bencana dan aktif melalui Handy Talki membangun komunikasi dengan komunitasnya mencari informasi terkait kejadian bencana. Bagi inyiak,  semua itu adalah kebutuhan disamping rutinitas keseharian mengurus dan mengayomi warga Jorong Candung Guguk Katiak.

Didukung sepenuh jiwa raga oleh pendamping setianya yang akrab disapa ibu Em, Inyiak Jorong merasa sangat menikmati hidup dihari tua. Hal ini semakin membahagiakan setelah masuknya program membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana dan perubahan iklim di Nagari Candung Koto Laweh yang memang rentan terhadap banjir bandang dan erupsi gunung Marapi. Hampir semua rutinitas pekerjaan hariannya selalu mengarusutamakan pengurangan risiko bencana, seperti: ketika pulang kerumah sehabis mengurus masyarakat, inyiak Jorong selalu memarkir sepeda motor kesayangannya dengan memutar bagian depan motor ke arah pintu keluar. Bagi beliau itu untuk mempercepat proses evakuasi jika suatu waktu terjadi bencana, alasannya. Pekarangan di halaman depan rumah tidak di biarkan menganggur, di gali sedalam satu setengah meter dengan luas 4 x 2 m² dan dialiri air kemudian di isi bibit ikan lele. Alasannya lagi, Nagari ini sangat rentan terhadap bahaya kebakaran rumah sementara Kantor Pemadam Kebakaran jauh. Membuat kolam kecil dihalaman rumah bisa bermanfaat untuk pertolongan pertama apabila terjadi kebakaran, mengambil air lebih dekat  tidak harus menunggu mobil pemadam datang. Ikan lele bisa menambah income keluarga dan menampung sisa-sisa makanan. Diatas kolam ditanami Ubi jalar untuk mengantisipasi makan mie instan jika sumber-sumber pangan tidak berfungsi karena bencana. Makan Ubi jalar merupakan solusi sehat untuk mengantisipasi kelaparan, bahkan jauh lebih sehat dari makanan-makanan instan yang lazim diberikan ketika terjadi bencana, tutur inyiak Jorong memperkuat alasannya.

Ketika pemerintah dan masyarakat lain masih memikirkan membangun ketahanan terhadap bencana dan kesiapsiagaan, Inyiak Jorong Canduang Guguk Katiak Nagari Canduang Koto Laweh telah berbuat. Tinggal sekarang kemauan masyarakat untuk mengikuti jejak langkah PRB yang telah di mulainya.

 

(Imran Sarimudanas/Program Manager JEMARI Sakato)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *