(Sekolah Cerdas Bencana SDN 32 Bungo Pasang Kec. Koto Tangah)

SCB  (Sekolah Cerdas Bencana) merupakan upaya membangun kesiapsiagaan sekolah terhadap bencana,  dalam rangka menggugah kesadaran seluruh unsur-unsur dalam bidang pendidikan baik individu maupun kolektif di sekolah dan lingkungan sekolah baik itu sebelum, saat maupun setelah bencana terjadi seperti yang dijelaskan oleh  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

Hari ini di SD Negeri 32 Bungo Pasang, Kec Koto Tangah dilakukan kegiatan Simulasi Sekolah Cerdas Bencana dalam rangka menyadari bahwa upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana alam harus menyebar ke seluruh elemen masyarakat. Tak terkecuali, warga sekolah yang juga tak lepas dari kerentanan bencana alam itu sendiri, dikarenakan banyak sekolah-sekolah dasar yang berada pada zona merah. Hal ini harus di informasikan dan disosialisasi pada pihak masyarakat sekolah sehingga semua elemen harus saling mendukung agar tujuan dari sekolah cerdas bencana bisa tercapat seperti:

  • Membangun budaya siaga dan budaya aman disekolah dengan mengembangkan jejaring bersama para pemangku kepentingan di bidang penanganan bencana;
  • Meningkatkan kapasitas institusi sekolah dan individu dalam mewujudkan tempat belajar yang lebih aman bagi siswa, guru, anggota komunitas sekolah serta komunitas di sekeliling sekolah;
  • Menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan kebencanaan ke masyarakat luas melalui jalur pendidikan sekolah.

Sosialisai Sekolah Cerdas Bencana yang dilakukan di SD Negeri 32 di harapakan para pihak sekolah, murid maupun masyarakat sekitar bisa menggetahui langkah-langkah yang  dilakukan apabila terjadi bencana baik itu pra bencana maupun pasca bencana itu sendiri, sehingga langkah-langkah yang di ambil bisa menimalisir kerugian maupun kehilangan korban jiwa

Salah satu kegiatan Simulasi Sekolah Cerdas Bencana yang dilakukan pihak sekolah dan murid dari kelas 1 – 6 bersama team dari JEMARI Sakato yang bekerjasama dengan BPBD, mensosialisasikan apa itu Sekolah Cerdas Bencana dan langkah –langkah efektif apabila terjadi bencana seperti gempa bumi dan tsunami. Apabila terjadi gempa para siswa di harapkan berlindung di bawah meja atau mencari lapangan terbuka, dan apabila disusul sirine tanda-tanda tsunami pihak sekolah, murid ataupun masyarakat sekitar harus  mencari shelter atau bangunan tinggi yang terdekat dikarena waktu yang dibutuh kan untuk menyelamatkan diri setelah sirine lebih kurang 20 menit.

Melalui program ini diharapkan semua warga sekolah akan cerdas menyikapi bencana sehingga tidak lagi panik karena sudah mengikuti dan melaksanakan langkah-langkah penyelamatan sesuai aturan-aturan ilmu yang diberikan.

Editor : Yunita Rahmi. R

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *