Non Governance Organitation (NGO) atau Non Profit Organitation ataupun yang dikenal dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia adalah bentuk dari menifestasi kebebasan berserikat, berkumpul dan menyatakan pendapat yang kembali dipulihkan, masa ini dikenal sebagai era Kebangkitan Civil Society.

Perkembangan LSM yang begitu pesat bersamaan dengan runtuhnya pemerintahan orde baru mencerminkan bahwa demokrasi disambut dengan bergairah oleh masyarakat dan juga menandakan banyaknya celah-celah yang kehidupan masyarakat yang tidak teridentifikasi oleh tangan-tangan pemerintah.

Bersamaan dengan ini, sekelompok masyarakat yang tergabung dalam kegiatan kemanusian yang dikenal dengan program “Perform” di Sumatera Barat, berinisiatif untuk mengembangkan Jejaring yang lebih besar untuk dapat lebih menjangkau sendi-sendi masyarakat yang rapuh dengan membangun sebuah gerakan sosial yang sampai kini dikenal dengan nama “JEMARI Sakato”.

Jaringan Kerja Pengembang Partisipasi Indonesia Sakato atau yang disingkat dengan JEMARI Sakato, digagas oleh empat belas orang bertepatan di harau pada tanggal 14 juli 2004, yang pada saat itu adalah masa dimana program Perform akan segera berakhir, namun pada saat itu lembaga yang didirikan belum mempunyai nama. Kemudian pada tanggal 21 November 2004 dalam rangka penutupan program Perform terjadi diskusi serta dialog yang menghasilkan sebuah kesepakatan untuk mendirikan sebuah lembaga Swadaya Masyarakat dengan ruang lingkup nasional karna pada saat itu program Perform dijalankan diberbagai daerah di Indonesia.

Kesepakatan tersebut di wujudkan pada 6 Desember 2004 di Bali, dan menghasilkan deklarasi atas berdirinya lembaga Swadaya Masyarkat yang dikenal dengan “JEMARI” di sembilan provinsi di Indonesia. Masing-masing JEMARI yang tersebar diseluruh Indonesia berhak mengandengkan logo kedaerahan masing-masing di logo JEMARI yang telah disepakati bersama. Sehingga JEMARI adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang otonom dengan menggunakan kearifan lokal pada masing-masing daerah sebagai ciri masing-masing lembaga.

dengan tidak membuang-buang banyak waktu, masing-masing lembaga JEMARI perwakilan daerah mulai mendiskusikan haluan dan bagaimana tupoksi dari setiap lembaga dan tentunya sesuai dengan kebutuhan. Dan pada februari 2005 Musyawarah Besar JEMARI Sumatera Barat dilaksanakan dengan menghasilkan pertambahan nama pada nama sebelumnya yakni “Sakato” yang berarti S untuk Solidaritas, A untuk Apresiatif, K untuk Kesetaraan, A selanjutnya untuk Akuntabel, T untuk Transparan, O untuk Otonom dan tidak lupa bahwa Sakato dalam bahasa Minang adalah satu suara yang bermakna bahwa JEMARI Sakato memiliki Satu tujuan untuk Masyarakat yang lebih Baik “For Better Society” .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *