partisipatif
partisipatif

Direktur JEMARI Sakato menjelaskan tahapan penyusunan Renstra Partisipatif

Setiap organisasi atau perusahaan termasuk rumah sakit didirikan bukan untuk jangka waktu sesaat. Besarnya investasi materi maupun non-materi dalam mengembangkan rumah sakit memberikan justifikasi yang sangat kuat bagi keberlanjutan sebuah rumah sakit. Di samping itu secara eksternal kesadaran masyarakat yang meningkat akan pelayanan kesehatan menuntut rumah sakit harus terus meningkatkan kualitas pelayanannya. Bahkan tidak hanya itu, Undang-undang, lewat lembaga akreditasi nasional maupun internasional pun men-syaratkan rumah sakit harus memenuhi standar tertentu. Dari sisi internal rumah sakit pun ada tekanan untuk melakukan efisiensi karena biaya kesehatan yang semakin mahal sementara kemampuan ekonomi masyarakat tidak bertumbuh secara proporsional. Dalam konteks inilah rumah sakit perlu memposisikan dirinya di antara rumah sakit lainnya.

Rencana strategis rumah sakit merupakan suatu bentuk pernyataan tentang harapan rumah sakit mengenai dirinya di masa mendatang berdasarkan proses kajian terhadap perkembangan situasi faktor internal dan eksternal. Ibarat manusia yang hidup, renstra menjadi cita-cita bagi rumah sakit. Sebagaimana halnya orang tanpa cita-cita, rumah sakit tanpa renstra hanya berjalan seadanya. Bahkan untuk menjalankan pelayanan minimal pun tidak akan pernah sebaik rumah sakit yang menjadikan pelayanan sebagai misi abadinya.

Oleh karena itu proses penyusunan renstra atau perencanaan strategis bukan sekedar proses ritual biasa.

jemari sakato

peserta antusias mendengarkan paparan langkah penyusunan renstra

Perencanaan strategis boleh jadi ritual 5 tahunan untuk meninjau kembali sejauh mana rumah sakit mencapai posisi yang diinginkan. Begitu pentingnya sehingga setiap stakeholder rumah sakit haruslah memahami betul renstranya. Dengan kondisi ini, seharusnya proses penyusunan renstra Rumah sakit dilakukan dengan metode partisipatif.

Proses ini lah yang sedang dilakukan oleh RSUD Pariaman dengan menggandeng LSM JEMARI Sakato Sumbar sebagai konsultan penyusunan Resnstra partisipatif RSUD Pariaman 2016-2020. Proses yang dilakukan dalam beberapa tahap berlangsung selama 2 bulan. Dimulai pada pada pertengahan oktober 2015 dan diharapkan selasai dokumen pada pertengahan Desember 2015.

RSUD JEMARI Sakato

Pimpinan RSUD Pariaman

Tahap-tahap yang akan dilalui dalam penyusunan renstra partisipatif ini antara lain, pembentukan tim penyusun dari RSUD Pariaman, analisis situasi, penentuan arah dan tujuan renstra, perencanaan program kegiatan 5 tahunan, dan ditutup dengan konsultasi paublik.  Penggalian informasi dalam penyusunan renstra ini dilakukan dengan berbagai metode antara lain analisis data sekunder, depth interview dengan informan kunci, FGD ( dengan metode: ballance score card, apresiative iquiry dan skenario planing), dan survey kepuasan pasien (dengan metode exit interview).

Tim penyusun dari RSUD Pariaman dipimpin oleh Dr. Aladin, Sp.Og dan konsultan penyusun dipimpin oleh direktur eksekutif JEMARI Sakato Khairul Fahmi, M.Si

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *