peningkatan kapasitas
peningkatan kapasitas

Pelatihan Kelompok perempuan dampinagn JEMARI sakato

Tanggal 26 sampai 28 Juli 2017 JEMARI Sakato memberikan pelatihan penguatan kapasitas kepada kelompok perempuan yang ada di 7 nagari di kabupaten 50 kota. Kegiatan yang dilaksanakan di Wisma Flamboyan kota payakumbuh ini merupakan rangkaian Program Cocoa Life tahun 2017.

Program Cocoa Life Kabupaten Limapuluh kota merupakan program kerjasama JEMARI Sakato dengan Yayasan Tunas Cilik (Partner dari Save the Children). Program yang dilaksankan JEMARI Sakato ini mengacu pada pilar ke-2 Program Cocoa Life yaitu Pilar Pemberdayaan Masyarakat & Perempuan yang bertujuan meningkatkan pemberdayaan masyarakat untuk pertanian kakao yang berkelanjutan melalui perencanaan pembangunan yang berkualitas melalui advokasi untuk pembangunan sosial masyarakat serta memastikan keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan.
Salah satu tujuan strategis program ini adalah Meningkatkan kapasitas kelompok perempuan terutama dalam hal pengelolaan  kelompok, mekanisme pengelolaan keberlanjutan bisnis serta memastikan partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan dalam perencanaan dan penganggaran daerah.
Jumlah kelompok perempuan  dalam program dampingan ini sebanyak 40 kelompok. Yang tersebar kedalam 7 nagari dampingan yaitu Nagari Mungo, Labuah Gunuang, Ampalu, Sungai Kamuyang, Aandaleh, batu Balang dan Sarik laweh.  Kelompok-kelompok yang terbentuk  lahir dengan latar belakang yang bervariasi seperti keagamaan, ekonomi, simpan pinjam dan lain-lain.
“Kegiatan pelatihan selama 3 hari ini diaharapkan akan meningkatkan pemahaman peserta akan pentingnya berkelompok serta meningkatkan kemampuan kelompok dalam berjejaring dengan pihak yang potensial”. demikain disampaikan oleh  Imran Sarimudanas, Direktur Advokasi dan Jaringan JEMARI Sakato dalam pembukaannya.
                “Pemerintah kabupaten juga berkepentingan dalam melakukan penguatan terhadap kelompokkelompok perempuan ini karena sangat berpotensi untuk memberikan kontribusi bagi nagari masing-masing. Keberadaan kelompok secara umum masih membutuhkan penguatan agar peran dan keberadaan kelompok  tidak hanya sebagai pelengkap”, ujar Zulmaynis, Kepala bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB kabupaten 50 Kota yang bertindak selaku narasumber dalam pelatihan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *