Menyusun Indikator Kemiskinan dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Agam

Pertumbuhan penduduk yang lebih besar dari pertumbuhan ekonomi menyebabkan permasalahan kemiskinan yang semakin menjadi problema di tengah-tengah masyarakat. Pemerintah dan OPD terkait selalu berupaya untuk mencarikan solusi terbaik dalam mengurangi angka kemiskinan. Masalah ini menjadi tanggung jawab bersama baik itu dari pemerintah, organisasi sosial, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat itu sendiri. Permasalahan yang semakin komplek di tengah masyarakat di rasa perlu untuk segera mencari jalan tengah dalam menjadikan masyarakat lebih baik. Isu ini setiap waktu menjadi masalah yang selalu hangat untuk didiskusikan dan dipecahkan. Semangat menjadikan masyarakat lebih baik mendorong Bappeda Kabupaten Agam untuk kembali hadap diri pada setiap upaya yang sudah dilakukan belum mampu mengurangi tingkat kemiskinan di Kabupaten Agam. Indikator kemiskinan yang belum jelas dan beragam antar OPD satu dengan OPD lainnya menjadi salah satu kendala dalam bertindak pada pengurangan tingkat kemiskinan di Kabupaten Agam. Selain itu juga bepengaruh pada pengambilan kebijakan dalam penanggulangan kemiskinan. Untuk itu Bappeda Agam, Dinas Sosial dan OPD lain bersama JEMARI Sakato Rabu, 26 Februari 2020 menyambung kembali diskusi bersama menyusun dan menetapkan indikator kemiskinan yang bisa dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan dan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Agam. Sehingga Kabupaten Agam memiliki satu indikator kemiskinan yang bisa dijadikan acuan semua OPD terkait menjadikan masyarakat lebih baik.