(Simpan Pinjam Berbasis Kemandirian Masyarakat Nagari)

Village savings and loans association (VSLA) merupakan sebuah metode financial literacy  yang diterapkan dalam program Cocoa Life yang berbentuk simpan pinjam. VSLA diharapkan dapat menjadi alternatif jalan keluar masalah financial masyarakat petani kakao di kabupaten Limapuluh Kota. Ada empat ‘bentuk uang’ yang dikelola dalam simpan pinjam VSLA. Pertama yaitu uang simpanan/tabungan, kedua dana sosial yang dipergunakan untuk kegiatan sosial, ketiga uang denda sebagai bentuk sanksi atas pelanggaran terhadap peraturan yang telah disepakati dan keempat dana aplikasi, merupakan uang yang dibayarkan dimuka saat peminjaman. Nominal masing-masing dana/uang tersebut diputuskan melalui musyawarah kelompok.

Metode simpan pinjam ala VSLA menjadikan menabung sebagai aktivitas utama, baru kemudian meminjam. Uniknya, menabung dilakukan melalui pembelian lot pada setiap kali pertemuan kelompok. Harga per lot dan jumlah maksimal lot yang dapat dibeli ditentukan berdasarkan kesepakatan dalam kelompok. Namun satu lot adalah jumlah paling minimal untuk pembelian. Artinya setiap kali pertemuan anggota kelompok harus menabung, tidak boleh tidak.

Jumlah maksimal uang dapat dipinjam adalah tiga kali jumlah simpanan si peminjam, dan dapat dilakukan setelah pertemuan ketiga menabung. Untuk aturan meminjam dan pengembalian juga diatur sesuai dengan kesepakatan kelompok. Tidak ada sistem bunga dalam simpan pinjam ini, hanya ada pembayaran uang aplikasi.

VSLA memberikan keuntungan yang setara bagi setiap anggota kelompok pada akhir siklus, lama siklus berjalan juga disepakati dalam kelompok. Keuntungan yang dimaksud berasal dari kenaikan harga lot pada saat siklus tutup. Dimana semua uang, kecuali dana sosial, dijumlahkan kemudian dibagi dengan total lot yang terjual.* Sedangkan uang sosial (jika tersisa pada akhir siklus) akan disumbangkan atas nama kelompok.

Terdapat beberapa nilai penting yang ditumbuhkan metode simpan pinjam ini. Pertama adalah  kebiasaan menabung bagi anggota, dimana mereka harus selalu menabung setiap kali pertemuan meskipun dengan jumlah yang berbeda-beda. Dengan demikian akan muncul kesadaran bagi masyarakat bahwa, pinjaman bukanlah solusi keuangan, namun menabunglah solusi sebenarnya. Diharapkan nilai ini akan terus merambah kepada orang terdekat mereka, terutama keluarga.

Kedua kedisplinan, adanya denda sebagai sanksi atas pelanggaran terhadap aturan yang disepakati akan mendorong anggota kelompok untuk membiasakan diri untuk displin, terbangunnya upaya tepat waktu baik untuk menghadiri pertemuan maupun dalam membayar pinjaman. Sehingga anggota secara perlahan akan mengerti pentingnya waktu.

Ketiga adalah nilai demokrasi, karena setiap aturan yang dibuat dalam kelompok berasal dari kesepakatan bersama. Artinya setiap aturan berasal dari ide dan persetujuan setiap anggota, dan anggota bertanggungjawab untuk menjalankan setiap kesepakatan tersebut.

Keempat adalah keterbukaan, karena pada saat menabung semua anggota harus mengetahui jumlah uang yang ada di kelompok, berikut dengan hal lainnya. Hal ini akan menghindari perselisahan antar anggota kelompok dikemudian hari. Sehingga dari ini tidak akan muncul rasa curiga anggota kepada komite/pengurus.

Kelima adalah kesetaraan. Artinya setiap anggota memiliki status yang setara, baik pengurus maupun anggota. Tidak ada biaya khusus yang di dapat untuk pengurus, karena besar keuntungan yang didapat akan bergantung pada jumlah lot yang dimiliki.

Keenam adalah rasa sosial. Hal ini karena adanya dana sosial yang harus dibayarkan oleh anggota. Dana sosial ini tidak akan kembali kepada anggota kelompok, hanya digunakan untuk kepentingan sosial. Dari sini anggota diajarkan untuk saling peduli pada sesama tanpa perlu mengharapkan imbalan.

*) Ilustrasi pembagian hasil pada akhir siklus
Harga satu lot            : Rp 10.000 per lot
Uang denda                : disesuaikan dengan jenis pelanggaran
Uang aplikasi             : disesuaikan dengan jumlah pinjaman, contohnya Rp 5000 untuk jumlah pinjaman Rp 100.000

Pada akhir siklus;
Total lot terjual        : 1000 lot, artinya jumlah total tabungan : Rp 10.000.000
Total uang denda                                                                                       : Rp  1.000.000
Total dana aplikasi                                                                                    : Rp  2.000.000           +
Jumlah                                                                                                           : Rp 13.000.000

Jumlah uang yang terkumpul kemudian dibagi dengan total lot yang terjual;
Rp 13.000.000 : 1000 = Rp 13.000

Jadi ada kenaikan harga lot dari sebesar Rp 3000, dari harga awal lot adalah Rp 10.000 menjadi Rp 13.000

Penulis : Syahrial Maulida Tsalis
Editor : Yunita Rahmi. R

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *