“Sudah masuk tahun ke-4 JEMARI Sakato menjadi mitra kami dalam hal membangun ketangguhan masyarakat di kabupaten Agam ini”, ujar Indra Catri Bupati Kabupaten Agam dalam workshop Membangun Sinergi dan Komitmen Multipihak Dalam Mendukung Kerja-Kerja Ketangguhan Masyarakat Terhadap Bencana 31 Agustus 2016 di aula kantor Bupati Agam.
Berdasarkan pernyataan Indra Catri tersebut, kita dapat menarik benang merah, dimana artinya dalam 4 tahun ini telah terbangun kolaborasi antara NGO (Non Government Organization) atau yang dikenal LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang cukup harmonis. Dari pernyataan singkat tersebut, telah tergambar bahwa LSM tidak selalu dipandang buruk oleh Pemerintah, dimana kecendrungan yang terjadi LSM selalu melakukan gerakan konfrontatif sehingga Pemerintah kerap kali merasa risih bahkan enggan untuk bermitra. Namun hal-hal negatif terkait citra LSM itu telah diruntuhkan oleh JEMARI Sakato, dibuktikan bahwa Pemerintah merasa nyaman bahkan sangat tertolong dengan adanya peran serta dari LSM yang dianggap lebih memiliki keunggulan dalam menciptakan inovasi (ability to innovate).
Kesadaran bahwa dalam menangani urusan Negara yang salah satunya masalah penanggulangan bencana Pemerintah tidak dapat bergerak sendiri, oleh karena itu peran serta dari seluruh stakeholder menjadi sangat penting. Kolaborasi tersebutlah yang dikatakan Rodinelli dan Chemaa sebagai Pemerintahan Kolaborasi (Colaborative Government).
Dalam workshop kali ini, JEMARI Sakato beserta OXFAM menandatangi nota kesepahaman (MOU) untuk membangun ketangguhan masyarakat di Kabupaten Agam. Memontum tersebut adalah sinyal bagi seluruh pihak untuk terlibat aktif, keterlibatan banyak pihak tentu menandakan sejauh mana demokrasi kita berjalan dengan baik. Dalam hal demokrasi, yang harus kita pahami adalah semakin partisipan masyarakat dalam setiap kegiatan dalam Negara yang maka semakin baik kualitas demokrasinya. Ingat, demokrasi bukan hanya ketika kita memilih pada pemilihan umum.
Penandatangan nota kesepahaman antara JEMARI Sakato-OXFAM bersama Pemerintah Kabupaten Agam adalah kesepakatan untuk membangun ketangguhan masyarakat dalam level yang lebih tinggi. Sebut saja, pada periode 2014-2016 ini, JEMARI Sakato telah melakukan upaya untuk mengurangi risiko terhadap korban jiwa dan dampak kerugian mata pencaharian di tingkatan keluarga rentan, UMKM dan kelompok-kelompok siaga bencana di Nagari Tiku Selatan Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam. Berikutnya pada periode ke-dua tahun 2016-2017, akan dilakukan scale up program melalui perluasan wilayah program menjadi 2 (dua) Kecamatan di Kabupaten Agam yaitu Kecamatan Tanjung Mutiara dan Kecamaatan Sungai Pua. Selain itu juga dilakukan peningkatan model intervensi pada 4 sektor perekonomian di Kabupaten Agam yaitu sektor perikanan, sektor pertanian, sektor perkebunan serta industri, perdagangan dan jasa.
Untuk mewujudkan kerja-kerja ketangguhan tersebut, maka JEMARI Sakato menggangap perlu adanya upaya multipihak melalui pendekatan public privat people partnership (P4), yang mendorong kemitraan antara masyarakat, pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung ketangguhan masyarakat terhadap bencana, itulah Pemerintah Kolaborasi.
Sebagai lembaga swadaya masyarakat, yang artinya lembaga merupakan dari manifestasi pergerakan sosial masyarakat itu sendiri (Social Movement). Maka JEMARI Sakato dalam setiap kegiatannya berharap bahwa “Masyarakat Yang Kami Dampingi Akan Menjadi Lebih Baik”. Semoga niat baik membangun ketangguhan masyarakat ini terwujud, lalu Kabupaten Agam menjadi percontohan bagi masyarakat dunia. Visinya yakni, menuju Agam sebagai Kabupaten Tangguh Global. For Better Society

Oleh : Delly Ferdian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *