Kahirul Fahmi JEMARI Sakato

Program Deepening Resilient atau memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap bencana merupakan program untuk mengurangi risiko bencana di daerah rawan bencana gempa dan tsunami yang berbasis kepada partisipasi masyarakat dan mengupayakan kehidupan yang berkelanjutan (suistainable livelihood). Program ini dilaksanakan oleh JEMARI Sakato dan OXFAM yang didanai oleh AusAid dan juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten Agam, BNPB serta Kementrian Sosial. Daerah program di nagari Tiku Selatan kecamatan Tanjung Mutiara kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat yang merupakan daerah rawan gempa dan tsunami.

jemari sakatoTahun 2012 kerjasama JEMARI Sakato – OXFAM dan Pemerintah Kabupaten Agam dimulai dengan program membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana di kecamatan Canduang dengan ancaman bencana letusan gunung Marapi dan kecamatan Tanjung Mutiara dengan ancaman bencana Gempa bumi berpotensi tsunami.  Kemudian September 2014 hingga sekarang dilanjutkan dengan program memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap bencana dikecamatan Tanjung Mutiara. Tujuan umum dari program  ini untuk mengurangi dampak terhadap korban dan mata pencaharian diwilayah rawan bencana di kabupaten Agam dengan meningkatkan kesiapsiagaan bencana, kapasitas respon dan kapasitas adaptasi pemerintah, masyarakat dan pihak swasta. Dengan beberapa kegiatan diantaranya, memberikan pilihan alternatif usaha bagi masyarakat dan keluarga rentan untuk meningkatkan kapasitas dan respon mereka untuk mengurangi dampak terhadap risiko bencana, meningkatkan ketangguhan usaha mikro kecil menengah (UMKM)  denganjemari sakato khairul fahmi mengembangkan kemitraan dan investasi multi pihak yang terkoordinasi termasuk pihak swasta dalam perencanaan keberlanjutan usaha dan mendukung meningkatnya kesiapsiagaan bencana pemerintah kabupaten Agam.

Nagari Tiku Selatan sendiri merupakan daerah yang memiliki tingkat ancaman  bencana gempa dan tsunami yang sangat tinggi. Ketika terjadi bencana gempa berpotensi tsunami, diperkirakan semua wilayah akan terdampak, terutama lahan pertanian dan aset usaha masyarakat, sehingga mereka akan kekurangan bahan pangan dan kehilangan mata pencaharian. Oleh karena itu diperlukan upaya strategis untuk mengatasi hal tersebut. “suistanable Livelihoodsangat penting dilaksanakan agar masyarakat mampu tidak hanya sebatas menyelamatkan diri ketika bencana namun juga mampu bertahan secara ekonomi pasca bencana” ujar Wahyu Hamdika, S.Sos, salah seorang community fasilitator dari program ini.

Setelah 8 bulan pendampingan, program DPR ini telah menghasilkan output dalam tiga level yaitu lefel komunitas, khairul fahmilefel UMKM, dan lefel Pemerintah daerah. Di level komunitas (1) telah terbentuk Kelompok Siaga Bencana (KSB) yang telah dibekali dengan kapasitas berupa skill dalam menghadapi kondisi pra, saat dan paca bencana. Selain skill, KSB juga dibekali dengan bantuan usaha ekonomi kelompok diantaranya, usaha budidaya lele, beternak kambing dan usah rental payung. Jenis-jenis unit usaha KSB yang didukung saat ini yaitu budidaya 6000 ekor ikan lele dan 7 ekor kambing kampung. Destrawani, Sekretaris KSB Banda Gadang mengungkapkan, “Setelah panen, keuntungan akan dimasukkan ke dalam kas KSB. Uang tersebut akan digunakan untuk mensupport kegiatan-kegiatan kebencanaan yang akan dilaksanakan oleh KSB, selain itu juga untuk kegiatan kemasyarakatan lainnya dalam hal kebencanaan baik ketika Pra, Saat dan Pasca bencana”

(2)  adanya food bank (Bank Makanan) yang dikelola oleh KSB  dam masyarakat jorong Banda Gadang. Bank makanan ini merupakan cadangan makanan berupa tananman hidup yang ditanam di lokasi aman bencana. Saat ini, bank makanan ditanam di lokasi evakuasi Jorong Banda Gadang dan dipekarangan rumah penduduk yang dianggap aman dari jangkauan tsunami. Tujuan dibentuknya Bank Makanan ini adalah sebagai sarana untuk kesiapsiagaan makanan dan dalam rangka melanjutkan kehidupan masyarakat beberapa hari saat terjadi bencana tsunami. Seorang warga yang tergabung dalam  KSB, Nurlela mengungkapkan, “Saya sudah menamam bibit sayur-sayuran dan  umbi-umbian,  sekarang sudah tumbuh. Hasil nya nanti bisa dimasak dan untuk persiapan jika terjadi bencana.”

(3) Saat ini lebih kurang sebanyak 455 kepala keluarga di nagari tiku selata telah mendapatkan sosialisasi penyadaran cara membangun rumah aman gempa. Fasilitator JEMARI Sakato dengan fasilitator masyarakat yang telah dilatih, mengkampanyekan cara membangun rumah aman gempa dari rumah ke rumah, dari masjid ke masjid dan menyebar serta menempelkan brosur di tempat-tempat strategis. Selain itu 25 orang tukang di nagari tiku selatan sedang dilatih agar mampu membangun bangunan yang aman gempa.

(4) 36 keluarga paling rentan telah mengembangkan strategi penghidupan keluarga. Dalam program ini, 36 kepala keluarga (61% adalah kepala keluarga perempuan) didukung dengan dengan bantuan modal usaha berupa aset dan peralatan usaha yang dibutuhkan.jemari sakato khairul fahmi Berbagai usaha mereka kembangkan untuk memperkuat ekonomi waktu, pra, saat dan pasca bencana. Diantara usaha mereka yang di support adalah, ternak kambing, berdagang kelontong, pertamini, pertanian semangka, usaha makanan kecil dan lain-lain.  . “ Sekarang saya sudah bisa menabung setiap minggu di bank lebih kurang Rp 100.000,- dari keuntungan usaha kerupuk ubi dan juga bisa mencatat aliran kas keuangan usaha saya” ujar Yasni yang disupport dengan perbaikan rumah produksi dan bahan membuat kerupuk ubi.

Di level Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), 6 UMKM Mandiri dan  9  UMKM kawasan dalam bentuk kelompok pengolahan ikan, diberikan dukungan modal dalam bentuk peralatan yang dibutuhkan, selain itu UMKM ini juga difasilitasi dalam membuat dokumen Rencana Keberlanjutan Usaha (RKU) dalam konteks penguranganumkm jemari sakato risiko bencana.  UMKM ini juga dihubungkan dengan perusahan swasta, yaitu PT Grafika Jaya Sumbar dan PT BPR Mutiara Pesisir. JEMARI Sakato sendiri sudah menjalin MoU dengan kedua perusahaan tersebut. Dalam MoU tersebut, kedua perusahaan siap mendukung keberlanjutan usaha UMKM sesuai dengan bidang dan kapasitas masing-masing perusahaan. PT Grafika Jaya Sumbar, siap memberikan dukungan packaging untuk produk makanan UMKM dan konsultasi bisnis. PT BPR Mutiara Pesisir siap memberikan kredit lunak kepada masyarakat dampingan dan asuransi kebencanaan. “sekarang sudah mampu menyekolahkan anaknya ke taman kanak-kanak dan bisa menabung ke bank untuk kesiapsiagaan bencana” seperti yang disampaikan oleh nadirman.
RPBDi level pemerintah daerah, JEMARI Sakato berkolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait dan SKPD di kabupaten Agam terutama BPBD dalam rangka  menyusun dokumen recana kontinjensi gempa dan tsunami dan SOP yang nantinya akan di uji dengan melakukan simulasi bersama masyarakat setempat. Simulasi ini direncanakan akan dilaksanakan  bulan oktober 2015.
Program ini akan menjadi salah satu acuan oleh BNPB dalam menyusun perka BNPB yang terkait dengan kahairul fahmi jemari sakatopengurangan risiko bencana yang terintegrasi dalam kegiatan UMKM dan penghidupan berkelanjutan. “team monitoring merasa puas dengan kerjasama kita yang sangat baik ini. Sekali lagi terimakasih untuk teman-teman JEMARI Sakato yang sudah bekerja sangat profesional, sehingga hasil yang dicapai sangat maksimal” ujar Nanang Subana Dirja, Direktur Program kemanusiaan Oxfam Indonesia pada saat monitoring Kementerian Soaial RI, Kementerian Luar Negeri RI dan Sekretariat Negara ke daerah program dampingan JEMARI Sakato pada tanggal 26 Agustus 2015.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *