(DESTANA)

Sesuai dengan peraturan Kepala BNBP Nomor 1 Tahun 2012 Desa Tangguh Bencana merupakan desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan.
Di Sumatera Barat, kegiatan ini diinisiasi oleh BPBD Provinsi yang kemudian bekerja sama dengan berbagai lembaga, salah satunya adalah Lembaga Swadaya Masyarakat JEMARI Sakato. JEMARI Sakato memfasilitasi Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Sijunjung bersama dengan BPBD Kabupaten Sijunjung. Ada dua Desa (Nagari) yang difasilitasi, yaitu Nagari Muaro dan Nagari Limokoto.

  

Kegiatan ini akan berlangsung sebanyak lima kali pertemuan, dimana satu kali pertemuan tersebut dilakukan dalam dua hari. Kegiatan ini melibatkan 30 orang yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat, seperti Kepala Jorong, Kelompok Siaga Bencana, Pemuda, Badan Permusyawaratan Nagari (BPN), Pendamping Nagari dan lain-lain. 
Sampai pertengahan Agustus, masing-masing Nagari telah melakukan dua kali pertemuan. Pada pertemuan pertama peserta diberikan sosialisasi tentang Desa Tangguh Bencana, Pengertian Bencana dan Participatory Rural Apraisal (PRA). Hasilnya, peserta mengerti tujuan dibentuknya Desa Tangguh Bencana serta fungsi mereka ke depannya, peserta juga memahami apa yang dimaksud dengan bencana dan mampu melakukan pengkajian dengan menggunakan alat-alat PRA yang kemudian dikaitkan dengan isu bencana.
Pada pertemuan kedua, peserta diberikan pengetahuan lebih lanjut tentang bencana melalui terminologi pengurangan resiko bencana. Kemudian mengkaji lebih lanjut pengertian dari Hazard atau ancaman, Vulnerablity atau kerentanan dan Capacity  atau kapasitas. Peserta melakukan analisa lebih lanjut mengenai tiga hal tersebut, serta memberikan masukan untuk langkah tindak lanjut yang dapat dilakukan oleh berbagai stakeholder, khususnya yang ada di Nagari.

Penulis : Syahrial Maulida Tsalis
Editor : Yunita Rahmi. R

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *