Cuaca cerah yang menyelimuti Nagari Canduang Koto Laweh di pagi Sabtu (13/4/2013) tidak berlangsung lama, hujan gerimis datang mengguyur secara tiba-tiba. Sedari pagi teman-teman Kelompok Siaga Bencana (KSB) yang tergabung dalam forum KSB Nagari Canduang Koto Laweh yang telah bersiap untuk menyambut tamu dari “Australia” harus menahan diri dulu di aula Sekretariat Bersama atau sekber forum. Tidak sampai 20 menit sang surya kembali menampakkan wujudnya. Alhamdullilah, ucap Da Pakiah (pangilan pak Sapriadi, kordinator forum KSB Nagari) dan tanpa basa-basi instruksi sebagai koordinator langsung keluar ke anggota untuk sesegera mungkin menyiapkan posko, buku tamu, air kawa, lamang, kaduk dan jeruk buat tamu, terlebih setelah menoleh ke jam tangannya ternyata waktu telah menunjukkan pukul 9.45 WIB.

Disaat asik persiapan di posko KSB Jorong Canduang Guguk Katiak yang berada persis di samping kantor Wali Nagari, tamu yang ditunggu-tunggu datang. Satu orang bule perempuan didampingi 2 orang bule laki-laki dan Direktur Eksekutif JEMARI Sakato turun dari mobil dan langsung disambut hangat oleh Bapak Camat Canduang dan Wali Nagari. Setelah sedikit perkenalan dan menyampaikan maksud dan tujuannya di ruang Wali Nagari acara kemudian dilanjutkan bersama anggota KSB yang telah menunggu di aula sekber forum KSB.

DT. Pangeran

Tepuk tangan meriah diberikan secara spontan ke Ms. Robin Scott, Mr. Mark Wedd dan Mr. Wayne Gum karena dengan susah payah memperkenalkan diri menggunakan bahasa Indonesia. Ms. Robin Scott sebagai tim leader HPA menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Camat, Wali Nagari dan anggota KSB yang mau ikut dalam program membangun ketangguhan untuk pengurangan risiko bencana di Nagari Canduang Koto Laweh.

Kunjungan Oxfam 3

Welcome to Nagari Canduang Koto Laweh…..”, adalah kalimat pembuka yang disampaikan Inyiak Wali Nagari untuk membuka diskusi tim dengan anggota KSB. Kondisi demografi dan ancaman yang ada di Nagari Canduang tak luput disampaikan ke tim dan rasa terima kasih ke Ausaid yang telah mau mendanai kegiatan pengurangan risiko bencana di Nagarinya. Secara lugas beliau juga menyampaikan apa yang telah dicapai oleh KSB. Dengan semangat beliau juga mempersilahkan para tamu untuk mencicipi hidangan khas Canduang koto Laweh.

Waktu yang disediakan dari jam 10.00 sampai jam 12.00 ternyata molor sampai jam 13.00 untuk berdiskusi, anggota KSB bersemangat untuk menyampaikan perkembangan program dan perubahan-perubahan yang mereka rasakan semenjak didampingi JEMARI Sakato untuk program membangun ketangguhan terhadap bencana dan perubahan iklim di Nagarinya. “Kalau dulu, kami melakukan kegiatan penanggulangan bencana secara tradisional kata Adikus Endang, koordinator KSB Jorong XII Kampung, yang menimbulkan pertanyaan Ms. Robin, seperti apa itu? Dan di jawab Endang, semenjak didampingi JEMARI kami telah mencoba membangun koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait kebencanaan, seperti: BPBD dan RAPI yang telah menggunakan sarana teknologi seperti HT dan GPS.

Diskusi timbal balik terjadi dengan hangatnya ketika Kiki, srikandi KSB bertanya ke tim HPA, tentang keuntungan apa yang di dapat Ausaid ketika menjadi donor dari program. Juga keinginan Ibuk Was ke tim untuk mau berbagi cerita tentang program PRB di belahan dunia lain, terutama yang didanai Ausaid. Terakhir permintaan dari Ismail, koordinator KSB Jorong Labuang untuk difasilitasi pelatihan-pelatihan terkait penguatan KSB dan melengkapi sarana yang dibutuhkan Nagari Canduang Koto Laweh untuk kegiatan pengurangan risiko bencana.

Dengan sangat terpaksa, jam 13.05 diskusi di stop mengingat tim HPA evaluator program Building Ressilience Replication In West Sumatra akan terbang ke Jakarta jam 18.00 WIB. Sebagai buah tangan pertanda terimakasih warga Canduang, Inyiak Wali  menyerahkan sebuah Kaduk, tas jinjing terbuat dari daun pandan yang merupakan hasil karya anggota KSB ke Ms. Robin Scott sebagai tim leader. “jan lupo, datang liak ka Canduang yo!! (jangan lupa, datang kembali ke Canduang)” harap Inyiak wali dalam bahasa Minang, yang dianggukkan oleh Ms. Robin.

Kunjungan terakhir ke posko KSB Canduang Guguk Katiak dimana ketika mengisi buku tamu tentang pesan dan kesannya,  Mr. Wayne menulis  “KSB ini terlalu bagus dan bisa menjadi percontohan KSB lain”. Dan komentar yang hampir sama juga ditulis Ms. Robin dan Mr. Mark di buku tamu yang dijadikan cambuk oleh semua anggota KSB untuk terus meningkatkan kemampuan dalam kegiatan pengurangan risiko bencana.

 

(Robi Syafwar/Field Officer JEMARI Sakato)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *