Dalam Khazanah intelektual, sejatinya berdiskusi adalah bagian penting untuk mencapai sebuah keputusan maupun kesepakatan. Jauh sebelum manusia modern menerapkan pola pengambilan keputusan secara partisipatif melalui diskusi, maupun berbagai informasi dan lain sebagainya. Socrates seorang filsuf pada zaman yunani kuno, telah mengatakan bahwa kebenaran-kebanaran itu hanya akan lahir dari meja-meja diskusi.
Kesedaran itu pula, membuat masyarakat kini lebih memahami diskusi sebagai pola dari bagian geerakan literasi. Yakni dengan membaca, berdiskusi, lalu menulis. Menulis jelas merupakan sarana bagi individu untuk menyampaikan aspirasi maupun gagasannya, namun tampak melalui diskusi terlebih dahulu. Maka tulisan tersebut bisa jadi hanya sekedar opini yang subjektif, akan lebih baik jika gagasan yang dimiliki di share di meja-meja diskusi.
Sebagai salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli akan gerakan literasi, JEMARI Sakato menggelar diskusi mingguan yang terbuka untuk khalayak ramai. Menurut Khairul Fahmi Direktur Eksekutif JEMARI Sakato Sumatera Barat, mengatakan bahwa pentingnya diskusi bagi kita semua, selain mampu memperkuat kapasitas personal, diskusi juga mampu menumbuhkan jiwa sosial diantara aktifis JEMARI Sakato sendiri maupun para penggiat, maupun pemuda dan mahasiswa. Dari diskusi tersebut pula, diharapkan partisipasi masyarakat dalam mengontrol atmosfer politik maupun kebijakan-kebijakan Pemerintah lebih bergairah.
Sepakat dengan hal tersebut, Budi Febriandi salah seorang pendiri JEMARI Sakato dan penggiat Sikolah Lapau juga menyampaikan bahw pentingnya diskusi untuk kita semua, baik tua dan muda. Beliau mengatakan bahwa, siapapun boleh berdiskusi dan JEMARI Sakato akan mencoba mewadahi semangat tersebut. “Kita diskusi santai saja, boleh semacam bedah buku, atau mengkaji fenomena disekitar kita, masalah kebijakan, dan lain sebagainya”. Ujar aktifis senior JEMARI Sakato ini.

diskusi
Setelah berdiskusi cukup lama dan berlangsung cukup hangat, akhirnya beberapa orang yang mengikuti diskusi di kantor JEMARI Sakato pada Sabtu (01/10/2016) yang lalu, menyepakati bahwa akan ada diskusi lanjutan yang digelar dua minggu sekali di Kantor JEMARI Sakato. Tentu hal tersebut membuat para penggiat, mahasiswa, dan pemuda cukup antusias.
Dikesempatan itu pula, Iqbal Arief Siregar salah seorang perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik (HMJ-IP) menyampaikan niatnya untuk mengalihkan beberapa agenda diskusi HMJ-IP untuk bergabung pada diskusi yang akan diadakan pada sabtu 15 Oktober 2016 nantinya. Dan pada diskusi tersebut pula, Ikhsan Yosarie sebagai kordinator Komunitas Literasi Universitas Andalas (MILITIAND) akan menjadi pemantik diskusi bedah Buku “Politik, Birokrasi dan Pembangunan”, karya Mohtar Masoed. Semoga diskusi selanjutnya memberikan dampak positif bagi JEMARI Sendiri maupun masyarakat sekitar. Tentu ini semua merupakan wujudnya dari kontribusi JEMARI Sakato sebagai lembaga swadaya masyarakat, “For Better Society”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *