Akhir-akhir ini nama mandeh sangat nyaring terdengar ditelinga kita, ya, Mandeh adalah salah satu kekayaan alam Negara kita yang tersembunyi dibalik bukit-bukit kecil nan indah nagari mandeh pesisir selatan Sumatera barat. Namun bukan hanya sebagai destinasi wisata yang aduhai, mandeh juga memiliki hasil olahan laut yang bisa dikenal dengan ikan teri atau bada dengan kualitas super.
Dan untuk itu, JEMARI Sakato didampingin BPBD kabupaten agam serta BPBD Pesisir Selatan membawa rombongan UMKM tiku selatan yang dimana adalah daerah dampingan JEMARI Sakato dalam program memperkuat ketahanan masyarakat di daerah rawan bencana bekerja sama dengan OXFAM berserta dukungan Australian AID. Kegiatan Studi Banding yang dilakukan kali ini diharapkan mampu menambah informasi maupun mampu terjadi pertukaran ilmu antara UMKM Tiku dan UMKM pesisir Selatan.

IMG_0554

Perjalanan dimulai dengan berkunjung disalah satu Kelompok “Sulaman Bayangan Riskia” baruang-baruang belantai didaerah pesisir selatan. Sesampainya di sana, UMKM Tiku Selatan sangat antusias untuk belajar bagaimana bisnis sulaman tersebut mulai dari teknik pembuatannya, sampai kepemasaran dan harga yang mereka jual. “Kami sangat senang sekali dengan adanya kegiatan ini, dengan ini semoga apa yang telah kami lakukan dapat bermanfaat bagi UMKM TIku Selatan”, tegas buk mai selaku pemiliki toko Sulaman.
Setelah puas dalam diskusi hangat bersama UMKM Kelompok Sulaman Bayangan Riskia, rombongan bergegas menuju daerah Mandeh untuk juga saling bertukar Ilmu dengan UMKM setempat. Perjalanan menuju mandeh disuguhi pemandangan-pemandangan yang jauh dari kelayakan sebuah tempat wisata yang katanya berkelas internasional, dimulai dari akses yang kurang memadai sampai dengan kehidupan masyarakat sekitar yang masih dalam belenggu kemiskinan, hal ini tentu harus menjadi perhatian untuk lebih mengembangkan tempat wisata kebanggan sumatera barat ini.
Sesampainya di nagari Mandeh, sambutan hangat warga Mandeh sangat terasa. Tentu Substansi dari pertemuan adalah inti yang harus segera dituntaskan. Dalam pertemuan tersebut digelar diskusi hangat antara Nagari Mandeh dan Kelompok Masyarakat Sadar wisata, dalam diskusi tersebut banyak memasuki yang diterima UMKM tiku selatan mengenai bagaimana proses pembuatan teri super asal nagari Mandeh.

IMG_0659

Diskusi berlangsung hangat pada saat itu, dan salah satu nelayan dari Tiku selatan memberikan gambaran bagaimana pengolahan ikan di Tiku selatan. “Ikan yang ditangkap tidak langsung diolah melainkan di kirm ke darat, didinginkan dengan es dan baru diolah setelah itu dipasarkan kepengepul ikan. “Ujar Kharisma”.
Dan hal tersebut ditanggapi oleh seorang perwakilan kelompok sadar wisata Mandeh, “Teri Super dari Mandeh, itu hanya melalui tiga proses yaitu tangkap, oleh dan pemasaran”, tutur juli selaku ketua masyarakat peduli wisata nagari, Juli menegaskan bahwa dengan memperpendek mata rantai maka kualitas dapat lebih baik serta biaya produksi dapat ditekan. Ketika ikan yang ditangkap langsung diolah maka kualitasnya akan lebih baik.
Dengan tidak membuang-buang waktu, rombongan segera diajak untuk mengamati langsung bagaimana proses pengolahan ikan di Mandeh, dan bagaimana hasil dari teri super tersebut. Dan sesampainya dilokasi rombongan disuguhi proses pengolahan ikan tersebut langsung dikapal, kesempatan itu dimanfaatkan juga oleh beberapa orang rombongan untuk membawa oleh-oleh teri super Mandeh yang memang tekenal kualitasnya, sungguh pengalaman yang sangat bermanfaat bagi UMKM tiku selatan dan kami JEMARI Sakato. Dan Semoga informasi ini dapat berguna bagi kita semua, karena kami yakin masyarakat yang kami dampingin akan menjadi lebih baik. #“For Better Society” (Delly)

One Reply to “Belajar Dari Mandeh”

  1. Selamat atas proses ini, semoga tidak berhenti di jalan. karena Pemda berkewajiban untuk meneruskan pasca pendampingan JEMARI..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *